01 Feb 2018

CSR Semen Tonasa Raih 6 Award ISDA

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) lewat Corporate Forum for Community Development (CFCD) tuntas sudah memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap berbagai perusahaan atas pencapaiannya terhadap target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs) 2003) yang dilaksanakan semarak di Smesco Convention Hall, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September lalu.

Acara pemberian penghargaan CSR/SR Best Practice for MDGs to SDGs tersebut dihadiri sekitar 50-an perusahaan dalam berbagai kategori SDGs. Salah satu perusahaan BUMN yang mengikuti ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017 terebut adalah PT. Semen Tonasa. Perusahaan semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini meraup enam award dalam kategori program dan perseorangan.

Ketua Steering Committee ISDA Award 2017, Iskandar Sembiring, mengungkapkan bahwa syarat penilaian program minimal program itu sudah berjalan dua tahun dan berdampak positif bagi pemberdayaan masyarakat terhadap berbagai aspek penilaian SDGs. Secara resmi, Ajang ISDA Award ini dibuka oleh Kepala Bappenas, Prof Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D yang berpesan agar kegiatan ISDA Award ini dapat dijadikan motivasi dan peningkatan kinerja program yang berdaya guna dan tepat sasaran.

Untuk kategori program CSR PT. Semen Tonasa yang meraih Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) adalah Program Bedah Rumah – Tonasa Hijau dengan award platinum, Program Penghijauan – Tonasa Hijau dan Program Beasiswa – Tonasa Cerdas dengan award gold. General Manager CSR PT. Semen Tonasa, Ferry Djufry, SE, MBA menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap penghargaan ISDA ini sebagai salah satu bentuk peningkatan motivasi dan kinerja dalam bidang pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Untuk Kategori Perseorangan, PT. Semen Tonasa meraih penghargaan Terbaik I untuk Pengambil Keputusan, dari karya tulis Dirut H. Subhan, SE, Ak, MM, Terbaik I untuk Manajemen Pemberdayaan Masyarakat, dari karya tulis Senior Manager CSR Ir. H. Ilyas HM serta Terbaik I untuk Tingkat Lapangan, dari karya Tulis “Perubahan Sosial Tidak Mungkin Terjadi tanpa Pendampingan – Studi Kasus Pelestarian Budaya Turiolo di Biringere” oleh Local Community Organizer (LCO), Muhammad Farid Wajdi. (Frd)